Belajar Teori Dasar Gitar Akustik

Judul Buku: Super Mudah Belajar Gitar

Penulis: Deni Primadona

Penerbit: FlashBooks

Cetakan: I, November 2012

Tebal: 154 halaman

ISBN: 978-602-7724-13-6

 

Brombil.com – Bagi sebagian orang, bermain gitar mungkin termasuk hal yang menyenangkan. Gitar memang ‘benda asik’ yang bisa menghasilkan suara merdu, bisa dimainkan di mana saja dan dalam situasi yang beragam, seperti saat sedang bersantai bersama teman-teman, untuk mengisi acara-acara semi formal, dll.

Buku karya Deni Primadona ini akan membahas tentang cara memainkan gitar akustik (atau biasa disebut dengan gitar bolong) dengan dua konsep permainan yang berbeda. Yakni konsep permainan gitar akustik pop dan klasik. Gambaran konsep permainan gitar akustik pop sebagaimana yang dijumpai pada saat remaja, tepatnya saat tengah berkumpul bersama teman-teman sembari bernyanyi diiringi genjrengan gitar. Konsep genjrengen (atau istilah musiknya disebut strumming) inilah yang menjadi konsep utama permainan gitar akustik pop. Sedangkan konsep permainan gitar akustik klasik adalah permainan petikan dengan menggunakan jari-jari, dan lagu-lagu yang biasa dimainkan adalah lagu klasik yang disajikan dengan menggunakan notasi (hal 8).

Konsep permainan antara gitar pada lagu pop dengan lagu klasik memang berbeda. Pada lagu pop, permainan cenderung menggunakan pick dengan konsep permainan strumming. Sedangkan permainan lagu klasik menggunakan jari-jari untuk memetik gitar. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan dasar yang baik dalam bermain gitar untuk dapat memainkan dua konsep permainan tersebut. Pada dasarnya, gitar terbagi menjadi 2 bagian, gitar elektrik dan akustik. Gitar elektrik menghasilkan bunyi dan resonasi senar yang dialirkan pada kayu dan pickups gitar. Sementara gitar akustik, bunyi dihasilkan melalui bunyi senar yang beresonasi pada tabung resonasi gitar (hal 11-12).

Pada bab selanjutnya akan diterangkan tentang cara membaca musik. Membaca musik di sini adalah bagaimana cara membaca simbol-simbol dalam bermain musik yang terbentuk dari ritmis dan nada. Dalam buku ini, membaca musik dilakukan dengan dua cara; menggunakan not dan tablature (hal 23-28). Hal yang mungkin agak membosankan dalam belajar gitar adalah ketika belajar penjarian. Butuh waktu lama dan latihan berulang-ulang agar mencapai hasil yang maksimal. Tentang cara melakukan penjarian dengan baik dan benar akan dijelaskan di bab ini (29-34).

Seringkali orang yang belajar bermain gitar mengabaikan latihan ritmis. Hal ini sangat jelas terlihat pada saat bermain dalam sebuah kelompok atau grup band. Apabila seseorang tidak bisa menguasai ritmis secara baik, maka dipastikan permainannya tidak akan pernah kompak (35-36). Dalam permainan musik, nada diibaratkan sebagai kata-kata yang harus disusun agar memiliki makna. Kalimat yang tersusun dari kata-kata itu diibaratkan sebagai tangga nada. Untuk bisa menyusun tangga nada yang bagus, dibutuhkan batasan-batasan serta aturan-aturan yang dibentuk dari rumus-rumus tertentu (63).

Buku setebal 154 halaman ini akan memandu Anda yang ingin mempelajari teori dasar bermain gitar akustik. Cara membaca not dan tablature, tips penjarian secara cepat, penguasaan tangga nada, teknik petikan dll, juga dipaparkan di buku ini.

Diresensi oleh: Sam Edy Yuswanto.

 

Baca resensi buku lainnya:

Pentingnya memiliki impian dalam hidup

Jalan Spiritual Menuju Kekayaan Hakiki

Rumus Menjadi Sukses

Rahasia Orang Sukses

You May Also Like